Dengan hadirnya buku ini, kami mengimbau kiranya setiap anggota DPD RI dapat berkontribusi nyata termasuk lewat pendanaan, untuk membantu terwujudnya karya-karya buku dengan genre toponimi ini sehingga warisan identitas budaya, etnis,bahasa, dan lingkungan daerah masing-masing dapat diwariskan kepada anak-anak /generasi muda secara lebih luas.
*( H. Tamsil Linrung, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI*
Disinilah letak kekuatan buku ini. Penulis tidak memperlakukan nama tempat sebagai label mati. Nama-nama itu dihidupkan kembali. Diberi konteks, diberi cerita dan diberi napas. Karena itu, pembaca tidak hanya mengetahui bahwa suatu tempat bernama demikian, tetapi juga belajar memahami, makna atau latar belakang dari nama tersebut.
*( Prof. Ganjar Kurnia, Budayawan,* *Kepala Pusat Budaya Sunda (PBS)* Unpad
Buku ini bukan sekadar kumpulan informasi mengenai nama-nama tempat di Cianjur, melainkan ikhtiar intelektual dan kultural untuk merawat jejak sejarah, memelihara memori kolektif, serta menguatkan identitas masyarakat Cianjur di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
*Dr. Iip Ichsanudin, S.S., M.A*
*Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI* *KBRI Washington, D.C., Amerika Serikat*
…mengajak para pembaca … mengkaji lebih dalam buku ini dan dapat terjun langsung mendalaminya di antaranya dengan menggunakan Teori dan Penerapan Toponimi: Sebuah Kearifan Lokal yang menjadi panduan metodologi penelitian mahasiswa untuk membedah aspek morfologi bahasa, struktur nama, hingga rekonstruksi sejarah lokal berbasis kearifan wilayah.
*Dr. Lisdawati Wahjudin, Dra., M.Si* –
*Istri Dubes RI untuk Korea Utara Dosen UNLA Bandung)*
Buku ini menghadirkan nama tempat sebagai pintu masuk untuk memahami sejarah, bahasa, ekologi, dan kebudayaan masyarakat Cianjur. Buku ini penting dibaca generasi muda, pendidik, peneliti, aparatur daerah, dan siapa pun yang ingin mengenal Cianjur dari akar maknanya. Di balik setiap nama tersimpan identitas; di dalam setiap toponim hidup martabat sebuah peradaban lokal.”
*(Dr. Harimansyah, M.Hum, Sekretaris Badan Bahasa, Kemendikdasmen RI)*



