Perubahan sosial yang semakin kompleks di Era Masyarakat 5.0 menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berangkat dari gagasan tersebut, buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana nilai Rahmatan lil ‘Alamin dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Nilai tersebut dipandang sebagai landasan etis yang mampu mengarahkan pengembangan ilmu pengetahuan agar tetap berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan.
Melalui pembahasan yang memadukan perspektif kebijakan, tata kelola perguruan tinggi, dan praktik kolaborasi lintas disiplin, buku ini menunjukkan bahwa berbagai persoalan kontemporer tidak dapat diselesaikan oleh satu bidang ilmu saja. Sinergi antarbidang keilmuan menjadi prasyarat untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan global. Di samping menampilkan berbagai capaian, buku ini juga mengulas sejumlah tantangan yang masih perlu dibenahi agar ekosistem riset dan pengabdian semakin efektif, inklusif, dan berdampak luas.
Pada akhirnya, buku ini menawarkan arah pengembangan kebijakan yang menempatkan riset dan pengabdian sebagai instrumen transformasi sosial. Berbagai rekomendasi yang disajikan diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengambil kebijakan, akademisi, dan peneliti dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi kajian tentang kebijakan pendidikan tinggi, tetapi juga menghadirkan visi mengenai peran strategis perguruan tinggi Islam dalam membangun peradaban yang berdaya saing, berkeadilan, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh alam.



